Jumat, 09 Oktober 2009

Jelangkung

Berawal dari diskusi pendek teman-teman ASGAmengenai "Melawan Ketakutan", apa yang kita takuti harus kita hadapi, maka secara tiba-tiba Bli Surya kepikiran tentang permainan jelangkung. Sore hari perlengkapan sudah dibuat. Mulai dari boneka jelangkung, kertas yang berisikan huruf, alas, sampai mantra pemanggilan sudah disiapkan. Rencana awal adalah bermain di kuburan di daerah Betek, tapi karena si loyor dah pura-pura tidur, trus kita akhirnya kita menakuti loyor.

Lampu berwarna merah 5Watt disiapkan. Semua berpakaian seperti pocong, masuk ke kamar dengan mengendap-endap. Prenk berada di bawah kasur Loyor dan bertugas membangunkan Loyor menggunakan boneka jelangkung. Saya berpura-pura tidur sambil mengigau ngga bener seperti kesurupan. Teman-teman yang lain ada di possisi sebagai pocong. Prenk memukul-mukul Loyor menggunkan boneka dan menggedor kasurnya dari bawah. Ngga lama kemudian loyor bangun dan bingung. Tapi anehnya ko dia ngga takut ya. Gagal deh. Semua anak ASGA kumpul di Living Room kecuali Made Balian Sakti. Dia ngga level ikutan main jelangkung, mungkin ilmunya udah di atas itu. Pukul 00.30 semua sepkat untuk main jelangkung di lorong atas tempat orang yang katanya dulu gantung diri di sana. Sereeeeem.
Permainan dimulai. Kami duduk melingkar meskipun ruangannya sangat sempit. Diurutkan, bli Surya, Gde lombok, Tude, PaO, loyor, moli, Prenk. Aku dan Prenk berhadapan.
Mantra-mantra diucapkan oleh Bli Surya, tak menunggu lama "dia" pun datang. Kenapa tahu dia datang? Karena menurut video rekaman prenk pada saat itu langsung menutup muka karena dia melihat sesosok wanita berpakaian putih di belakang PaO. Semua orang kecuali Prenk tidak tahu bahwa dia yang kami undang ada di belakangku. Kami tahu namanya setelah dia menunjukan huruf E-N-D-A-H. Seorang "Wedok" asal malang. Yang lucu waktu ditanya apakah dia cewek dia menunjukkan kata TIDAK, waktu ditanya apakah dia WAnita dia juga menunjuk TIDAK, Tapi waktu ditanya wedok dia langsung menunjuk YA. Meninggal di ASGA sudah lama sekali. Yang lebih serem itu waktu dimana dimana meninggalnya dia menunjuk ke arah kamarku. Ihhhh,... Serem,.....
Setelah itu Prenk yang dari tadi menutup muka dan "sig sigan" secara mengejutkan melepaskan boneka jelangkung. Tapi untung saja Bli Surya dan TUde masih kuat memegangnya. Karena melihat hal ini kita pun akhirnya menyudahi permainan jelangkung. Prenk yang tadi melepaskan jelangkung langsung tiduran di kamar tanpa mau menanggapi panggilan kami.
Esok harinya kita tanya kenapa dia melepas jelangkung. Katanya sih si "dia" sudah dekat sekali dengan kita, sudah tepat di belakangku. Aku tanya apakah "dia" cantik dijawab "Jangankan tau dia cantik ato ngga, liat wajahnya aja ngga berani."
Aku jadi punya pertanyaan nih:
1. Tahun berapa dia meninggal? ( ga sempat ditanya)
2. Kenapa dia meninggal di ASGA?
3. Apakah jasadnya masih ada di ASGA?
4. Dia mati kenapa?

2 komentar:

Bookmark and Share
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog
Indonesia